Jumat, 14 Maret 2014

Fakta : Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan [bag. 1]

PEKANBARU - Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun dalam kondisi sakit. Pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gannguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.

Asap dihasilkan dari proses pembakaran tersebut terdiri dari polutan berupa partikel dan gas. Partikel itu adalah silika, oksida besi, dan alumina, gas yang dihasilkannya adalah CO,CO2,SO2,NO2, aldehid, hidrocarbon, dan fluorida.
Polutan ini, berpotensi sebagai iritan dapat menimbulkan fibrosis (kekakuan jaringan paru), pneumokoniosis, sesak napas, elergi sampai menyebabkan penyakit kanker.

Berdasarkan pedoman Depkes tentang pengendalian pencemaran udara akibat kebakaran hutan terhadap kesehatan ditetapkan katagori bahaya kebakaran hutan dan tindakan pengamanan berdasarkan ISPU :
ISPU < 50 dikatagorikan baik tak ada dampak kesehatan,
ISPU 51-100 dinilai sedang, juga tak ada dampak kesehatan
ISPU 101-199 sudah dikatagorikan tidak sehat. Dalam katagori ini dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan, bagi penderita penyakit jantung gejalanya akan kian berat, pencegahannya gunakan masker aktivitas diluar rumah.
ISPU 200-299 sangat tidak sehat pada penderita ISPA, Pneumonia dan penyakit jantung akan kian berat, aktivitas rumah hendaknya dibatasi perlu persiapan ruang khusus.
ISPU 300-399 dikatagorikan berbahaya bagi penderita suatu penyakit gejalanya akan semakin serius, orang yang sehat saja akan merasa mudah lelah. Pada katagori ini penderita penyakit ditempatkan pada ruang bebas pencemaran udara, aktivitas kantor dan sekolah harus menggunakan AC atau air purifier, tambahnya.
Sementara katagori terakhir sangat berbahaya ISPU 400 >, saat ini berbahaya bagi semua orang, terutama balita, ibu hamil, orang tua, dan penderita gangguan pernapasan. Saat seperti ini semua harus tinggal dirumah dan tutup pintu serta jendela, segera lakukan evakuasi selektif bagi orang beresiko seperti balita, ibu amil, orang tua, dan penderita gangguan pernapasan ke tempat bebas pencemaran.
(dinkes baritokualakab)

sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com/2014/03/14/fakta-bahaya-kabut-asap-bagi-kesehatan-bag-1

Kabut Asap Riau - SBY Besok ke Riau Pimpin Operasi Kabut Asap

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, direncanakan besok, Sabtu (15/3/2014), akan meninjau langsung lokasi bencana asap di Riau. Jika memungkinkan Presiden akan mendarat di Dumai atau melalui jalan darat dari Padang.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi penanganan bencana asap akibat pembakaran lahan dan hutan menggunakan teleconference di Semarang-Jakarta-Pekanbaru pada Jumat (14/3/2014).

Presiden telah memberikan arahan dan instruksi, operasi terpadu harus ditingkatkan dengan 3 pilar yaitu: Pertama, kegiatan pemadaman api dan asap. Danrem Riau ditunjuk untuk melanjutkan tugas ini. Kedua, perawatan dan kesehatan yang dipimpin oleh pejabat senior dari Pemda Riau.

Ketiga, penegakan hukum dipimpin Kapolda Riau, yang sebelumnya telah bekerja pada satgas penegakan hukum. Ketiga pilar perlu diperkuat dan ditingkatkan efektivitas kecepatannya agar memberikan dampak psikologis yaitu efek jera bagi pembakar.

"Operasi terpadu tersebut dipimpin oleh Kepala BNPB, Syamsul Maarif, yang memiliki kecakapan dan kepemimpinan saat darurat, dibantu perwira tinggi TNI bintang dua untuk mengendalikan operasi di lapangan," kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Sutopo menjelaskan, Presiden memberikan alokasi waktu tiga minggu untuk operasi terpadu tersebut. Semua harus all out. Ini adalah operasi militer selain perang. Tahun 2013, saat melakukan pemadaman api dan asap ternyata berhasil hanya dalam waktu 12 hari.

Untuk melaksanakan operasi terpadu ini, maka Sabtu (15/3/2014) pukul 08.00 WIB, akan dilakukan apel kesiapsiagaan pasukan 2 batalion TNI dari Marinir dan Kopaskhas, dan 11 unit pesawat Hercules C-130 yang siap diterbangkan ke Riau.

Kekuatan yang tersedia dikewilayahan yaitu Arhanud dan Paskhas juga siap digerakkan. Untuk modifikasi cuaca akan ditambah lagi 1 pesawat Hercules. Tadi siang pukul 11.28 telah diterbangkan Hercules membawa 5 ton bahan semai dari Lanud Halim PK.

Menurutnya, kedepan harus ada pencegahan dan penegakan hukum agar bencana tidak terus berulang. (tribunnews.com)
 
sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com/2014/03/14/sby-besok-ke-riau-pimpin-operasi-kabut-asap

Kabut Asap Riau - BPPT Telah Taburkan 8 Ton Garam di Riau

ilustrasi hujan buatan
PEKANBARU - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menabur delapan ton garam di atas Provinsi Riau namun belum menghasilkan hujan yang maksimal untuk memadamkan titik-titik kebakaran lahan.

"Penerapan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) untuk hujan buatan telah dilakukan sejak awal pekan lalu," kata Kepala Bidang Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo kepada pers di Pekanbaru, Jumat.

Data BPPT yang dirangkum untuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau yang disampaikan ke Antara lewar pesan elektronik menyebutkan, penyemaian hujan buatan telah dilaksanakan sejak 5 Maret lalu.

Hingga Kamis (13/3), BPPT telah melakukan penyemaian sebanyak delapan kali sorti dengan kapasitas per sorti yakni satu ton garam. "Penyemaian dilakukan di sejumlah wilayah yang terdapat awan dengan pertumbuhan terbaik," katanya.

Menurut data, penyemaian itu telah dilaksanakan di atas udara Kabupaten Siak, Pelalawan, Kuantan Singingi, Dumai, Rokan Hilir dan Kampar serta Rokan Hulu.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru sebelumnya menyatakan pertumbuhan awan di udara Riau sangat minim. "Kalaupun ada hanya akan menghasilkan hujan ringan dan bersifat lokal dengan durasi yang singkat," kata Slamet Riyadi, analis lembaga pemantau cuaca itu. (Antarariau.com)
 
sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com/2014/03/14/bppt-telah-taburkan-8-ton-garam-di-riau